Rumus Transformator: Menghitung Arus, Tegangan, dan Daya Transformator

Posted on

Transformator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan. Transformator digunakan untuk mengubah nilai tegangan AC dari satu level ke level yang lain. Transformator juga dapat digunakan untuk memisahkan sirkuit listrik dan mengurangi noise yang disebabkan oleh gangguan listrik.

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang rumus transformator yang digunakan untuk menghitung arus, tegangan, dan daya pada transformator.

Fungsi Transformator

Transformator memiliki dua fungsi utama, yaitu mengubah nilai tegangan dan arus listrik. Transformator digunakan untuk mengubah tegangan AC dari satu level ke level yang lain. Nilai tegangan pada sisi primer transformator dapat diubah menjadi nilai tegangan yang lebih tinggi atau lebih rendah pada sisi sekunder transformator.

Transformator juga dapat digunakan untuk mengubah nilai arus listrik. Nilai arus pada sisi primer transformator dapat diubah menjadi nilai arus yang lebih rendah pada sisi sekunder transformator. Hal ini terjadi karena adanya hukum dasar elektromagnetik yang menyatakan bahwa arus pada kawat konduktor akan menghasilkan medan magnetik di sekitarnya.

Rumus Transformator

Untuk menghitung nilai tegangan, arus, dan daya pada transformator, kita dapat menggunakan rumus-rumus berikut:

Pos Terkait:  Apakah Nama Lain dari Senam Lantai?

Rumus Tegangan Transformator

Rumus untuk menghitung tegangan pada sisi sekunder transformator adalah:

V2 = (N2 / N1) x V1

Dimana:

  • V2 = nilai tegangan pada sisi sekunder transformator
  • N1 = jumlah lilitan pada sisi primer transformator
  • N2 = jumlah lilitan pada sisi sekunder transformator
  • V1 = nilai tegangan pada sisi primer transformator

Contoh:

Jika sebuah transformator memiliki 200 lilitan pada sisi primer dan 50 lilitan pada sisi sekunder, dan nilai tegangan pada sisi primer adalah 220 volt, maka nilai tegangan pada sisi sekunder adalah:

V2 = (50 / 200) x 220 = 55 volt

Rumus Arus Transformator

Rumus untuk menghitung arus pada sisi sekunder transformator adalah:

I2 = (N1 / N2) x I1

Dimana:

  • I2 = nilai arus pada sisi sekunder transformator
  • N1 = jumlah lilitan pada sisi primer transformator
  • N2 = jumlah lilitan pada sisi sekunder transformator
  • I1 = nilai arus pada sisi primer transformator

Contoh:

Jika sebuah transformator memiliki 200 lilitan pada sisi primer dan 50 lilitan pada sisi sekunder, dan nilai arus pada sisi primer adalah 2 ampere, maka nilai arus pada sisi sekunder adalah:

I2 = (200 / 50) x 2 = 8 ampere

Rumus Daya Transformator

Rumus untuk menghitung daya pada sisi sekunder transformator adalah:

P2 = (N2 / N1) x (N2 / N1) x P1

Dimana:

  • P2 = nilai daya pada sisi sekunder transformator
  • N1 = jumlah lilitan pada sisi primer transformator
  • N2 = jumlah lilitan pada sisi sekunder transformator
  • P1 = nilai daya pada sisi primer transformator
Pos Terkait:  Panjang BC Adalah

Contoh:

Jika sebuah transformator memiliki 200 lilitan pada sisi primer dan 50 lilitan pada sisi sekunder, dan nilai daya pada sisi primer adalah 500 watt, maka nilai daya pada sisi sekunder adalah:

P2 = (50 / 200) x (50 / 200) x 500 = 31,25 watt

Kesimpulan

Transformator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan. Transformator digunakan untuk mengubah nilai tegangan AC dari satu level ke level yang lain, dan juga dapat digunakan untuk mengubah nilai arus listrik.

Untuk menghitung nilai tegangan, arus, dan daya pada transformator, kita dapat menggunakan rumus-rumus berikut:

  • Rumus tegangan transformator: V2 = (N2 / N1) x V1
  • Rumus arus transformator: I2 = (N1 / N2) x I1
  • Rumus daya transformator: P2 = (N2 / N1) x (N2 / N1) x P1

Dengan menggunakan rumus-rumus tersebut, kita dapat menghitung nilai tegangan, arus, dan daya pada transformator dengan mudah dan akurat.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *