Mengapa Paulus Mengirimkan Onesimus Kembali kepada Tuannya Filemon?

Posted on

Sejarah Onesimus

Onesimus adalah seorang budak yang diperbudak oleh Filemon, seorang pengikut agama Kristen di Kolose. Saat itu, budak dianggap sebagai harta yang bisa dibeli dan dijual layaknya barang dagangan. Namun, pada suatu hari, Onesimus melarikan diri dari tuannya dan bertemu dengan Paulus di Roma.

Paulus yang juga seorang pengikut agama Kristen memperkenalkan Onesimus dengan agama Kristen dan mengajarkan nilai-nilai kasih dan pengampunan. Onesimus pun menerima ajaran tersebut dan menjadi seorang pengikut agama Kristen yang setia.

Paulus Mengirim Onesimus Kembali Kepada Tuannya

Meskipun Onesimus sudah menjadi seorang pengikut agama Kristen dan sahabat Paulus, ia tetap harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Paulus menyadari bahwa Onesimus tidak bisa menghindari tanggung jawabnya sebagai seorang budak dan harus kembali kepada tuannya.

Paulus kemudian menulis surat kepada Filemon yang berisi permintaan untuk memaafkan Onesimus dan menerima kembali sebagai budaknya yang baru. Paulus juga menyampaikan pesan-pesan tentang kebersamaan dan persaudaraan di dalam agama Kristen.

Pesan-Pesan dari Surat Paulus kepada Filemon

Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus mengajarkan nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kebersamaan di dalam agama Kristen. Paulus meminta Filemon untuk memperlakukan Onesimus dengan baik dan mengampuninya atas kesalahannya.

Pos Terkait:  Apakah FNAF Diambil dari Kisah Nyata?

Paulus juga menyampaikan pesan tentang persaudaraan di dalam agama Kristen dan mengajak Filemon untuk memandang Onesimus sebagai saudara seiman yang setara. Paulus menekankan bahwa di dalam agama Kristen, tidak ada lagi perbedaan antara budak dan tuan, melainkan semua adalah sama di hadapan Tuhan.

Akhir Kata

Meskipun dalam budaya pada saat itu, perbudakan masih dianggap sebagai hal yang wajar, namun Paulus mengajarkan nilai-nilai kasih dan pengampunan di dalam agama Kristen. Paulus mengirimkan Onesimus kembali kepada tuannya, Filemon, sebagai tanda pengampunan dan persaudaraan di dalam agama Kristen. Surat Paulus kepada Filemon menjadi contoh tentang pentingnya mengampuni dan memperlakukan orang lain dengan baik, terlepas dari status sosial atau budaya.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *