Hukum Bacaan Mim Sukun dalam Ilmu Tajwid

Posted on

Dalam ilmu tajwid, ada banyak aturan dan hukum yang harus dipahami agar seorang muslim bisa membaca Al-Quran dengan benar dan tepat. Salah satu hukum yang sering menjadi perbincangan adalah hukum bacaan mim sukun. Apa itu mim sukun dan bagaimana hukum membacanya dalam ilmu tajwid? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Mim Sukun?

Mim sukun adalah bacaan huruf mim (م) yang diikuti oleh tanda sukun atau tanwin ( ْ atau ٌ ٍ ً). Contoh bacaan mim sukun adalah “مْ” atau “مٌ” atau “مٍ” atau “مً”.

Hukum Bacaan Mim Sukun

Berdasarkan ilmu tajwid, ada dua hukum bacaan mim sukun, yaitu hukum idgham bighunnah dan hukum ikhfa syafawi. Kedua hukum ini memiliki perbedaan dalam cara membacanya.

Hukum Idgham Bighunnah

Hukum idgham bighunnah berlaku jika mim sukun diikuti oleh huruf ba (ب), mim (م), nun (ن), wawu (و), ya (ي), lam (ل), raa (ر), syin (ش), sin (س), dan tha (ط). Artinya, jika mim sukun bertemu dengan huruf-huruf tersebut, maka harus dilakukan penggabungan atau idgham bighunnah.

Pos Terkait:  Arti Kata XD: Mengenal Lebih Dekat Emoticon yang Sering Digunakan

Penggabungan atau idgham bighunnah dilakukan dengan cara menggabungkan bacaan mim sukun dengan huruf yang mengikutinya. Contohnya, jika mim sukun diikuti oleh huruf ba (ب), maka bacaan mim sukun tersebut harus digabungkan dengan bacaan huruf ba (ب) sehingga terdengar seperti “مْب”.

Hukum Ikhfa Syafawi

Hukum ikhfa syafawi berlaku jika mim sukun diikuti oleh huruf-huruf yang tidak termasuk dalam kelompok huruf yang dapat diidgham. Huruf-huruf tersebut adalah ta (ت), tha (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), dan syad (ص).

Pada hukum ikhfa syafawi, bacaan mim sukun harus dilafalkan dengan cara memendekkan bacaannya dan menyebutkan huruf-huruf tersebut dengan suara yang lebih halus atau ikhfa. Contohnya, jika mim sukun diikuti oleh huruf ta (ت), maka bacaan mim sukun tersebut harus dilafalkan dengan memendekkan bacaannya dan menyebutkan huruf ta (ت) dengan suara yang lebih halus sehingga terdengar seperti “مْت”.

Kesimpulan

Hukum bacaan mim sukun sangat penting dipahami dalam ilmu tajwid karena dapat mempengaruhi arti dari ayat yang dibaca. Dalam hukum idgham bighunnah, mim sukun harus digabungkan dengan huruf yang mengikutinya, sedangkan pada hukum ikhfa syafawi, bacaan mim sukun harus dilafalkan dengan memendekkan bacaannya dan menyebutkan huruf yang mengikutinya dengan suara yang lebih halus. Semoga penjelasan di atas dapat membantu meningkatkan pemahaman kita tentang ilmu tajwid.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *