Apa Itu Cairan Newtonian dan Non-Newtonian?

Posted on

Cairan merupakan suatu zat yang mempunyai kemampuan untuk mengalir. Cairan sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu cairan Newtonian dan non-Newtonian. Apa yang dimaksud dengan cairan Newtonian dan non-Newtonian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Cairan Newtonian

Cairan Newtonian merupakan cairan yang mempunyai viskositas atau kekentalan yang tetap pada suhu dan tekanan tertentu. Dalam ilmu fisika, viskositas sendiri merupakan besaran yang menunjukan tingkat kekentalan suatu benda atau cairan.

Contoh cairan Newtonian adalah air, minyak sayur, dan minyak goreng. Cairan ini memiliki viskositas yang tetap pada keadaan suhu dan tekanan yang sama. Ketika diberikan gaya, cairan ini akan mengalir dengan kecepatan yang konstan.

Cairan Non-Newtonian

Cairan non-Newtonian memiliki sifat yang berbeda dengan cairan Newtonian. Cairan ini mempunyai viskositas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan gaya yang diberikan pada cairan tersebut. Dalam sifatnya, cairan non-Newtonian terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Cairan pseudoplastik
  • Cairan dilatank
  • Cairan thixotropik

Cairan pseudoplastik merupakan cairan yang viskositasnya menurun ketika diberikan gaya. Contohnya adalah cairan susu atau darah. Ketika diberikan gaya, cairan ini akan mengalir dengan kecepatan yang semakin cepat.

Pos Terkait:  Perkiraan Biaya Kuliah Peternakan

Cairan dilatank adalah cairan yang viskositasnya meningkat ketika diberikan gaya. Contohnya adalah campuran tepung maizena dengan air. Ketika diberikan gaya, cairan ini akan mengalir dengan kecepatan yang semakin lambat.

Cairan thixotropik adalah cairan yang viskositasnya menurun ketika diberikan gaya, namun viskositasnya akan kembali normal ketika tidak diberikan gaya. Contohnya adalah pasta gigi. Ketika diberikan gaya, pasta gigi akan mengalir dengan kecepatan yang semakin cepat. Namun, ketika tidak diberikan gaya, pasta gigi akan kembali normal dengan viskositas yang tetap.

Kesimpulan

Cairan Newtonian dan non-Newtonian memiliki perbedaan pada sifat viskositasnya. Cairan Newtonian mempunyai viskositas yang tetap pada suhu dan tekanan tertentu, sedangkan cairan non-Newtonian memiliki viskositas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan gaya yang diberikan pada cairan tersebut. Cairan non-Newtonian terbagi menjadi tiga jenis, yaitu cairan pseudoplastik, cairan dilatank, dan cairan thixotropik.

Perbedaan sifat viskositas pada cairan ini sering dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, seperti dalam industri makanan, minuman, dan kosmetik. Dengan mengetahui sifat viskositas dari cairan yang digunakan, maka dapat mempermudah dalam proses produksi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Related posts:
Pos Terkait:  Apa yang Dimaksud dengan Counter Service?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *