Apa Arti Kandil dalam Alkitab?

Posted on

Kandil merupakan salah satu simbol yang sering dijumpai dalam Alkitab. Namun, apa sebenarnya arti dari kandil dalam konteks Alkitab? Simak ulasan berikut ini.

Pengertian Kandil

Secara umum, kandil adalah alat penerangan yang terbuat dari lilin atau minyak. Kandil biasanya digunakan pada malam hari atau di tempat yang kurang terang untuk menerangi ruangan atau jalan.

Di dalam Alkitab, kandil juga disebut sebagai lampu atau pelita. Kandil ini digunakan sebagai alat penerangan pada zaman dahulu ketika belum ada listrik.

Kandil dalam Alkitab

Dalam Alkitab, kandil memiliki banyak makna dan simbol. Kandil sering kali dihubungkan dengan kebenaran, kebijaksanaan, dan Roh Kudus.

Salah satu ayat dalam Alkitab yang menghubungkan kandil dengan kebenaran adalah Mazmur 119:105 yang berbunyi, “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. Ayat ini menunjukkan bahwa Firman Tuhan adalah sumber kebenaran yang menerangi jalan hidup kita.

Selain itu, kandil juga dihubungkan dengan kebijaksanaan. Dalam Kitab Amsal 6:23 disebutkan, “Sebab perintah itu adalah pelita dan ajaran adalah terang, dan didengarkannya teguran-tentangan ialah jalan hidup. Ayat ini menunjukkan bahwa perintah Tuhan adalah sumber kebijaksanaan yang menerangi hidup kita.

Pos Terkait:  Arti Kata Oksigen: Apa Itu Oksigen dan Fungsinya bagi Kehidupan?

Di dalam Kitab Keluaran, kandil juga dijadikan simbol Roh Kudus. Dalam pasal 25 ayat 31-40 disebutkan tentang pembuatan kandil emas murni yang harus ditempatkan di dalam Kemah Suci. Kandil ini harus dinyalakan setiap hari oleh imam untuk menerangi ruangan dan sebagai tanda kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya.

Kandil dalam Perumpamaan Yesus

Yesus sering kali menggunakan kandil dalam perumpamaan-Nya. Salah satu perumpamaan yang terkenal adalah perumpamaan tentang sepuluh gadis dalam Matius 25:1-13.

Dalam perumpamaan ini, Yesus menggambarkan sepuluh gadis yang membawa kandil ketika menunggu kedatangan mempelai. Lima di antaranya adalah bijaksana dan membawa minyak cadangan, sedangkan lima yang lainnya tidak bijaksana dan tidak membawa minyak cadangan.

Perumpamaan ini mengajarkan tentang kebijaksanaan dan kesiapan kita dalam menyambut kedatangan Tuhan. Kita harus selalu siap dan berjaga-jaga seperti gadis yang bijaksana yang membawa minyak cadangan di dalam kandilnya.

Kandil sebagai Panggilan untuk Menjadi Terang

Sebagai umat Kristiani, kita juga dipanggil untuk menjadi terang di dunia ini. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi orang lain dan menerangi jalan hidup mereka.

Dalam Matius 5:14-16, Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat di sembunyikan. Dan juga, orang menyalakan kandil untuk ditaruh di bawah tempat yang tersembunyi, melainkan ditaruh di atas kaki kandil, sehingga menerangi semua orang di rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bersinar di hadapan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”.

Pos Terkait:  Tolak Peluru: Sejarah, Peraturan, dan Istilah Internasional

Perintah ini menunjukkan bahwa kita harus menerangi dunia ini dengan kebaikan dan kasih yang kita miliki. Kita harus menjadi teladan bagi orang lain dan membawa kebahagiaan kepada mereka.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kandil memiliki banyak makna dan simbol dalam Alkitab. Kandil dihubungkan dengan kebenaran, kebijaksanaan, dan Roh Kudus. Kandil juga sering kali digunakan dalam perumpamaan Yesus dan sebagai panggilan untuk menjadi terang bagi dunia ini.

Sebagai umat Kristiani, kita harus mengambil hikmah dari simbol kandil dalam Alkitab dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita harus selalu berjaga-jaga dan siap menyambut kedatangan Tuhan, serta menjadi terang di dunia ini dengan kebaikan dan kasih yang kita miliki.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *